Retrospeksi Sardono W. Kusumo Bag13

Otto membenarkan saat itu masih terjadi perang antarsuku. ”Di tengah perjalanan ke Desa Orahili, pernah kami melihat ada dua mayat. Terbelah kepalanya.” Menurut dia, yang juga mengerikan adalah apabila mereka dikira babi. ”Alang-alang di sana tinggi. Kalau pergi, kami harus menerabas alang-alang. Takutnya saat berada di tengah alang-alang kami ditombak dari kejauhan karena disangka babi,” katanya.

Nias, bagi Sardono, menyumbang modernisme seni rupa dunia. Menurut dia, Isamu Noguchi, pematung blasteran Amerika-Jepang, sangat berutang kepada Nias. Noguchi dikenal sering membuat set atau tata panggung pertunjukan tari Martha Graham. Ia ikut membentuk visi tari kontemporer Graham yang berusaha melepaskan tari dari kungkungan balet klasik.

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *