Jangan Takut Makan Ikan Bag2

DHA atau asam dokosaheksaenoat merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan/turunan dari omega-3 yang biasanya terdapat pada ikan, hasil laut (seperti: kerang), telur, dan kacang-kacangan. Nah, di otak, DHA adalah membran yang paling penting berkaitan dengan fungsi sambungan antar sel-sel saraf, seperti struktur jaringan otak dan susunan saraf.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Pada bayi, DHA membantu membangun membran sel saraf dan juga berperan penting terhadap fungsi membran pada photoreceptor (sel-sel di dalam retina yang bereaksi terhadap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal elektrik, yang kemudian dikirim ke otak). DHA juga diperlukan untuk memelihara fungsi otak tetap normal pada orang dewasa. Itulah sebab, mengonsumsi DHA saat hamil sangat penting, karena berpengaruh besar terhadap pertumbuhan otak dan mata janin. Selain itu, DHA dibutuhkan pula oleh jaringan sel-sel dalam tubuh secara keseluruhan, sehingga tentunya dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan organ janin.

Dianjurkan, Mama rutin mengonsumsi ikan sejak awal kehamilan hingga setelah melahirkan. Mengapa? Karena DHA tak hanya membantu Mama terhindar dari risiko melahirkan secara prematur, tapi juga membantu dalam mempersiapkan proses menyusui. Melalui ASI, Mama dapat memberikan asupan DHA yang terkandung pada ASI secara alami kepada bayi yang dibutuhkan dalam perkembangan otaknya hingga ia berusia 2 tahun. KEBUTUHAN DHA SAAT HAMIL Meski DHA sangat penting untuk mamil dan janinnya, tapi sebaiknya Mama cukup mengonsumsinya lewat sumber pangan alami saja.

Umumnya, kebutuhan DHA pada mamil adalah 200-300 mg per hari, yang sumber tertingginya terdapat pada ikan. Tetapi, jumlah konsumsi ikan yang aman pada mamil hingga saat ini masih diperdebatkan. European Food Safety Authority merekomendasikan 1-4 porsi ikan dalam seminggu untuk dikonsumsi oleh mamil, namun tetap membatasi konsumsi ikan yang mengandung merkuri tinggi. Sementara itu, AS Food and Drug Administration (FDA) tahun lalu merevisi pernyataan mereka mengenai jumlah konsumsi ikan selama kehamilan. Sebelumnya, mereka memperingatkan mamil untuk tidak makan ikan terlalu banyak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *