Lebih Suka Tidur Di Lantai

Dokter rifan, anak saya steven (2,11) suka tidur di lantai yang dingin, padahal kamarnya pakai ac. Bahkan kakakkakaknya sudah pada kedinginan, dia bisa saja tidur dengan tidak pakai baju. Ketika liburan ke lembang, semua orang dewasa pakai jaket, tetapi anak saya merengek minta buka baju hangat. Bahkan malamnya, dia pindah sendiri tidur di lantai.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Tengah malam saya kebangun dan kaget mendapati anak saya tidur di lantai dengan bantal kesukaannya. Apakah anak saya menderita kelainan? Kok, sama udara dingin tidak takut? Apakah ada pengaruh pada kesehatannya kelak? Mohon jawaban dokter rifan. Terima kasih samantha audrey – jakarta ibu samantha yang baik, sering kali tidur beralaskan lantai disebabkan faktor kebiasaan saja. Memang kondisi yang terlalu dingin dapat menimbulkan gangguan kesehatan di beberapa sistem tubuh.

 

Misalnya, di sistem pernapasan, berupa batuk atau sesak napas terutama pada anak dengan bakat alergi/asma, di kulit dapat menimbulkan gejala gatal di kulit, dan sebagainya. Namun dapat juga tidak berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya, karena tubuhnya mungkin sudah “beradaptasi” dengan kondisi suhu lingkungan yang dingin saat ia ingin tidur. Yang penting adalah melatihnya untuk pindah ke tempat tidur yang lebih hangat saat tidur, atau memberikan alas tidur yang lebih empuk dan hangat.

Aman Gunakan Kursi Makan

Kursi makan yang tinggi dengan sabuk pengaman dapat menjadi tempat makan yang paling aman bagi anak, dari bayi hingga berusia 3 tahun. Namun, kursi ini justru bisa jadi sumber bahaya bila tidak digunakan dengan tepat. Agar kursi ini bisa aman digunakan, ikuti tip ahli dari Cleveland Clinic berikut: ¦ Saat anak sedang makan di kursi, selalu pakaikan sabuk pengamannya. ¦ Kursi tinggi dipakai hanya untuk makan, bukan tempat bermain. ¦ Jangan biarkan anak berdiri atau memanjat kursi. ¦ Jangan biarkan anak duduk di kursi tanpa pengawasan. ¦ Jauhkan kursi dari meja sehingga anak tidak bisa menendang meja dan membuat kursi terjatuh ke belakang.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *