Paling Aman Bersepeda untuk Mamil

Bila mama sudah terbiasa berolahraga sejak sebelum hamil, maka bersepeda bisa mulai dilakukan secara bertahap sejak trimestes 1. Tetapi bila mama mengalami kehamilan dengan komplikasi, harus mempertimbangkan terlebih dahulu. Pasalnya, aktivitas olahraga jenis apa saja bisa jadi menigkatkan risiko terjadinya gangguan pada kehamilan. Jadi, sebaiknya mamil yang mengalami komplikasi kehamilan agar berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis kedokteran olahraga sebelum dan selama melkukan kegiatan olahraga jenis apa pun.

Baca juga : Tes TOEFL Jakarta

Selain itu, meski tergolong aman dan memiliki banyak kebaikan untuk mamil, bersepeda mempunayi risiko pula paling berbahaya adalah jatuh. Seiring dengan meningkatnya usia kehamilan, perut mama juga semakin besar sehingga menyulitkan untuk mengatur keseimbangan, terutama bagi mamil yang sebelum hamil tidak terbiasa bersepeda. Risiko lainnya, bersepeda dapat memicu terjadi kontraksi, terutama pada usia kehamilan tua.

Eits, jangan cemas dulu, MA! Semua risiko itu dapat diminimalisasi kok. Caranya dengan mempraktikan panduan sebelum, selama, dan sesudah bersepeda untuk mamil. Selamat bersepeda.

SEBELUM BERSEPEDA

– Wajib melakukan peregangan dan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai bersepeda untuk menghindari kram otot. – Bila ingin bersepeda di luar ruangan sangat disarankan menggunakan helm, sepatu olahraga, dan celana khusus bersepeda untuk keamanan serta kenyamanan mamil saat bersepeda. – Pakaian yang digunakan seharusnya menyesuaikan dengan tempat bersepeda, misalnya menggunakan jaket ketika cuaca sejuk atau berangin dan pakaian longgar ketika ingin berolahraga di dalam ruangan atau saat cuaca lebih hangat. – Siapkan heart rate monitor untuk memantau denyut jantung Mama selama berolahraga. – Sesuaikan tinggi handle (setang) sepeda untuk mengikuti perubahan bentuk perut mamil sehingga dapat bersepeda dengan nyaman.

SETELAH BERSEPEDA:

– Cooling down dan stretching wajib dilakukan lagi setelah Mama berolahraga. – Rehidrasi dengan cukup minum. Jumlah serta jenis minuman (air mineral ataupun sports drink) bergantung dari intensitas dan durasi selama bersepeda yang dilakukan. Semakin tinggi jumlah intensitas dan durasi, semakin banyak pula jumlah cairan yang dibutuhkan oleh tubuh. – Ganti kalori yang terbuang dengan mengonsumsi makanan bergizi setelah berolahraga.

Sumber : pascal-edu.com

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *