Ju Kyuchang Meninggal

Seorang pejabat veteran Korea Utara yang diketahui terlibat dalam pengembangan rudal dan teknologi nuklir dilaporkan telah meninggal. Kantor berita yang dikelola Korea Utara, KCNA (Korea Central News Agency), melaporkan bahwa Ju Kyuchang, 89 tahun, meninggal pada Senin malam lalu. Tokoh kunci bagi pengembangan rudal dan senjata nuklir Korea Utara ini meninggal akibat penyakit pansitopenia: menurunnya sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. “Ju Kyu-chang adalah seorang revolusioner yang membuat dan berkontribusi untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara,” demikian laporan KCNA, kemarin. “Kepergian Ju, yang dengan setia melaksanakan tugas-tugas besar partai di garis depan pertahanan nasional, adalah kerugian besar tidak hanya untuk partai, tapi juga untuk rakyat.”

Ju adalah mantan Menteri Pertahanan Korea Utara, yang bertugas mengembangkan senjata nuklir dan rudal. Lulusan Universitas Teknologi Kim Chaek Korea Utara ini menghabiskan waktu dan kariernya untuk pengembangan senjata. Dia salah satu dari sejumlah orang Korea Utara yang dikenai sanksi non-proliferasi pada 2013 oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat karena perannya dalam pengembangan program nuklir. Seperti dilansir kantor berita Yonhap, Ju pernah bertugas mengawasi peluncuran roket jarak jauh Unha-2 Korea Utara pada 2009. Saat itu peluncuran tersebut dia saksikan bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong-il. Ju juga terlibat dalam pengembangan dua roket jarak jauh Unha-3 yang diluncurkan pada 2012 sebelum pensiun pada 2015. Korea Utara terus mengembangkan senjata nuklirnya. Korea Utara melakukan uji coba nuklir pertama yang sukses pada 2006, yang diikuti oleh lima rudal lain dan serangkaian peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM).

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *