Pembelian Lahan Parkir Jakarta

JAKARTA — Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, mengatakan rencana pembelian lahan parkir dan penyimpanan alat berat milik instansinya tetap tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018. “Tak jadi dicoret,” kata dia, kemarin. Mata anggaran itu awalnya akan dicoret pada APBD Perubahan 2018 lantaran waktu pelaksanaannya diperkirakan tak cukup. Namun, rapat kerja Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, kemarin, memutuskan untuk melanjutkan rencana pembelian lahan parkir senilai Rp 450 miliar itu. Teguh menjelaskan, pembelian lahan parkir alat berat itu untuk mengganti lahan milik Dinas Sumber Daya Air. Lahan 10,2 hektare di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini menjadi lokasi depo light rail transit (LRT). Rencana pembelian lahan pengganti itu sudah bergulir sejak 2016.

Namun, dua tahun berturut-turut anggarannya dibatalkan karena dialihkan untuk program prioritas lain. Sejak depo LRT mulai dibangun, kata teguh, alat berat seperti ekskavator amfibi dan backhoe disimpan di lahan 1,2 hektare di Pinang Ranti, Jakarta Timur. Lahan itu hanya mampu menampung 20 unit ekskavator. Sisanya disebar di kantor wali kota atau kantor kecamatan. “Di Pinang Ranti itu lahan kami, hanya saja peruntukannya bukan untuk gudang, tapi embung,” ujar dia. Teguh menerangkan, anggaran Rp 450 miliar itu bukan untuk mengganti total luas kebutuhan lahan secara sekaligus. Pembelian lahan bakal dilakukan bertahap.

Sebab, kata dia, sulit mencari lahan seluas 10,2 hektare di Jakarta. Hingga akhir Juli lalu, Dinas Sumber Daya Air sudah menerima penawaran lahan di tujuh lokasi. Selanjutnya, Teguh mengatakan Dinas bakal mengecek keaslian dan kelengkapan dokumen kepemilikan lahan itu. Tujuannya, memastikan lahan yang ditawarkan bebas sengketa. Pengecekan itu juga melibatkan Badan Pertanahan Nasional. “Kalau memenuhi syarat dan clear, kami akan bayarkan,” kata dia. Anggota Komisi D DPRD Jakarta, Bestari Barus, mengatakan program pembelian lahan parkir alat berat dilanjutkan lantaran prosesnya sudah berjalan. Lagi pula, pembelian lahannya sudah tertunda dua tahun. “Sudah harus diprioritaskan,” kata dia

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *