Penerapan Smarthome

Samsung, Google, Apple, Microso : Dari Smartphone ke Smart Home Ketertarikan empat vendor yang dikenal bersaing ketat di ranah smartphone ini diawali dengan langkah Google membeli Nest pada Januari 2014. Nest adalah perusahaan yang digawangi oleh pegawai ex-Apple yang membuat smart thermostat. Ini adalah alat untuk mengatur iklim rumah Anda secara otomatis. Bukan cuma mengatur, Nest juga cerdas karena ia juga belajar kebiasaan Anda agar penyesuaian suhu bisa sesuai apa yang Anda suka. Belakangan, Nest mulai mengembangkan rangkaian produknya dengan menambahkan pendeteksi asap dan karbonmonoksida. Selanjutnya pada Juni 2015, Apple mengumumkan Apple HomeKit.

HomeKit bukan perangkat seperti Nest milik Google atau SmartThings milik Samsung, melainkan software bagi perangkat smart home. Dengan Homekit, Apple bermaksud menjadikan perangkat iOS miliknya sebagai penengah dan translator semua perangkat pintar yang ada di rumah. Satu aplikasi untuk semua. Aplikasi Home Kit ini juga disebutkan Craig Federigh (SVP of Software Engineering) bisa digunakan untuk melakukan serangkaian aksi de ngan satu komando. Misal, kita memberitahu Siri akan pergi, maka lampu rumah akan mati dan pintu otomatis terkunci. Sementara, langkah serius Samsung ditandai dengan membeli SmartThings pada akhir 2014. Ini adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang menyediakan perangkat-perangkat smart home.

Sumber : WA WEB

Keseriusan ini kembali ditekankan CEO Samsung, BK Yoon saat berpidato di CES 2015. Menurutnya, Samsung ingin agar semua perangkat yang kita miliki terhubung ke Internet dan bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Untuk itu, SmartThings membuat hub yang bekerja sebagai translator. Hub ini bisa bekerja pada berbagai standar protokol smart home sehingga berbagai perangkat dengan standar berbeda ini bisa saling bekerja sama. Meski sebenarnya, bukan hanya Samsung yang bisa membuat “translator” ini tentunya. Microsoft tak ketinggalan menggandeng Insteon untuk masuk ke ranah pertarungan smart home. Lewat Cortana pengguna bisa memerintah perangkat Insteon, seperti lampu, kamera pengawas, dan thermostat. Cortana bisa melakukan hal sederhana, seperti menyalakan lampu, menunjukkan situasi yang diawasi kamera. Untuk pengaturan yang lebih rumit, Cortana akan membawa Anda ke apliaksi Insteon.

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *